Pengajar
Untuk mencapai tujuan dan mewujudkan target-target yang diharapkan, dibutuhkan guru yang profesional, karena salah satu kunci keberhasilan pendidikan terletak pada mutu profesionalisme seorang pendidik atau guru. Dalam keadaan yang sebenarnya, pendidikan berintikan hubungan antara guru dan santri untuk mencapai tujuan-tujuan pendidikan. Guru, anak didik, dan tujuan pendidikan merupakan komponen utama pendidikan. Ketiganya membentuk suatu segitiga, jika hilang salah satu komponen, hilang pulalah hakikat pendidikan.
Dalam hubungan itu guru memegang peranan kunci bagi berlangsungnya kegiatan pendidikan. Tanpa kelas, gedung, peralatan dan sebagainya proses pendidikan masih dapat berjalan walaupun dalam keadaan darurat, tetapi tanpa guru proses pendidikan hampir tak mungkin dapat berjalan. Dengan demikian guru adalah pelaku utama dan terpenting dalam sebuah proses pendidikan.
Guru yang profesional bukanlah guru yang hanya dapat mengajar dengan baik, tetapi juga guru yang dapat mendidik dan memberi teladan, melaksanakan tugasnya secara profesional, dan juga memiliki pengetahuan dan kemampuan profesional.
Profesionalisme seorang guru dalam garis besarnya ada tiga. Pertama, menguasai bidang ilmu pengetahuan yang akan diajarkannya. Kedua, memiliki kemampuan menyampaikan atau mengajarkan ilmu yang dimilikinya kepada murid-muridnya secara efektif dan efisien. Ketiga, harus berpegang teguh kepada akidah yang benar dan memiliki akhlak yang mulia, karena seorang guru akan dijadikan panutan, contoh dan teladan. Dengan cara demikian ilmu yang diajarkan atau nasihat yang diberikannya kepada siswa akan didengarkan dan dilaksanakannya dengan baik.
Menyadari betapa pentingnya profesionalisme guru untuk mewujudkan tujuan pendidikan, maka Pesantren Al-Ma’tuq berusaha untuk merekrut gur-guru dengan kualifikasi yang dibutuhkan dan menjunjung tinggi profesionalisme. Saat ini guru-guru yang bergabung dalam usaha mewujugkan tujuan pendidikan di Pesantre Al-Ma’tuq adalah lulusan beberapa perguruan tinggi dalam dan luar negeri antara lain: Universitas Islam Madinah, LIPIA Jakarta, IPB Bogor, UPI Bandung, serta beberapa pesantren seperti Pesantren Al-Irsyad Salatiga, dan lain-lain.
Data Guru 2009/2010
|
NO |
NAMA |
PENDIDIKAN |
|
1 |
Ade Hermansyah | S1 Univ. Islam Madinah |
| S2 Univ. Ibnu Khaldun Bogor | ||
|
2 |
Adi Winarto | I’dad Mu’allimin Al-Irsyad Salatiga |
|
3 |
Husnan Adnan | S1 STAI Syamsul Ulum Sukabumi |
|
4 |
Buldan Taufik | Mu’allimin Persis Garut |
|
5 |
U. Ridwan | S1 STAI Darussalam Sukabumi |
|
6 |
Denie Fauzie | S1 IPB Bogor |
|
7 |
Irwansyah | S1 UIN Jakarta |
|
8 |
Erfan Doni | S1 LIPIA Jakarta |
|
9 |
Agus Ridwan | D2 Imarot Bandung |
|
10 |
Yadi Supriadi | S1 LIPIA Jakarta |
|
11 |
Heryadi Mahmud | S1 LIPIA Jakarta |
|
12 |
Slamet Wahyudi | S1 LIPIA Jakarta |
|
13 |
Yunan Al-Manaf | S1 UIN Bandung |
|
14 |
Herwan Herawan | S1 IKOPIN Bandung |
|
15 |
Ryan Andrian Firdausa | S1 Matematika Unisba |
|
16 |
Muhamad Gaus | Ma’had Ibnu Taymiyah Bogor |
|
17 |
Syamsudin | Ma’had ibnu Taimiyah Bogor |
|
18 |
Haerum Rawe | Ma’had ibnu Taimiyah Bogor |
|
19 |
Sholahudin Duru | Ma’had ibnu Taimiyah Bogor |
|
20 |
Iyan Irawan | Ma’had As-Salam Sukabumi |
|
21 |
Boma Syaputra | Ma’had ibnu Taimiyah Bogor |
|
22 |
Rosyad Fikri Adam | Ma’had Al-Irsyad Salatiga |



