Skip to content

Kurikulum


PROGRAM PENDIDIKAN

Pendidikan dilaksanakan selama 6 tahun, terdiri dari program Mutawassithah (setingkat SMP) dan dilanjutkan ke program Tsanawiyah (setingkat SMA). Siswa akan mendapatkan ijazah resmi negara (Tsanawiyah dan Aliyah) serta ijazah Pesantren.

Pada tahun ajaran 2010/2011 ini akan dibuka kembali program I’dad lughawi (persiapan bahasa) bagi siswa non yatim tamatan SMP/sederajat. Dilaksanakan selama satu tahun, selanjutnya bagi yang memenuhi kualifikasi akademik langsung diterima di tingkat Tsanawi pada tahun ajaran berikutnya (2011/2012)

KURIKULUM PENDIDIKAN

Banyak orang beranggapan bahwa yang dimaksud dengan kurikulum adalah sejumlah mata pelajaran yang harus ditempuh dan dipelajari siswa di sekolah atau perguruan tinggi. Anggapan ini disebabkan oleh adanya pandangan tradisional yang mengatakan bahwa kurikulum hanya rencana pelajaran. Pandangan ini walaupun tidak seratus persen salah, namun menjadikan kurikulum bermakna sempit, yang implikasinya menjadikan pendidikan sebuah proses penjejalan anak didik dengan pengetahuan yang terkadang tidak berhubungan dengan kehidupan nyata.

Pandangan yang lebih maju tentang kurikulum adalah semua yang secara nyata terjadi dalam proses pendidikan. Atas dasar ini maka inti kurikulum adalah pengalaman belajar. Ternyata pengalaman belajar yang banyak pengaruhnya dalam pendewasaan anak, tidak hanya mempelajari mata pelajaran-mata pelajaran, tetapi banyak hal lain, seperti interaksi sosial di lingkungan sekolah, kerja sama dalam kelompok, interaksi dengan lingkungan fisik, dan lain-lain.

Dengan pengertian kurikulum di atas maka sekolah dapat dianggap sebagai miniatur masyarakat, atau masyarakat dalam bentuk mini. Dan memang demikian, jika orang ingin meneropong masyarakat, teroponglah sekolah-sekolahnya. Bila sekolah penuh disiplin, maka masyarakat itu kira-kira seperti itu; bila sekolah penuh dengan penipuan, maka penipuan itu juga akan terdapat dalam masyarakat, dan begitu seterusnya.

Berdasarkan uraian di atas, maka kurikulum itu isinya luas sekali, seluas isi masyarakat. Namun untuk memudahkan, isi kurikulum yang luas itu dapat dikelompokkan menjadi empat saja, yaitu tujuan, isi, pola belajar-mengajar, dan evaluasi.

Akan halnya Pesantren Al-Ma’tuq juga mendesain kurikulum pendidikan Islam yang terpadu sesuai dengan visi dan misi Peantren, yang terdiri dari empat komponen: 1) tujuan, 2) isi, 3) pola belajar-mengajar, dan 4) evaluasi.

A. Tujuan Pendidikan di Pesantren Al-Ma’tuq

Selaras dengan visi dan misi ditetapkan dua tujuan utama pendidikan di Pesantren Al-Ma’tuq sebagai berikut:

  1. Melahirkan generasi Muslim yang menguasai berbagai disiplin ilmu terutama bidang aqidah dan syari’ah sesuai pemahaman salafus shalih.
  2. Mencetak da’i-da’i yang memiliki manhaj yang benar dalam aqidah, ibadah, maupun akhlaq, dan memiliki mental yang tangguh dalam menghadapi kendala dakwah, serta memiliki keterampilan hidup untuk menghadapi tantangan zaman dan persaingan global.

Dalam pelaksanaannya ditetapkan target-target yang akan dicapai dan menjadi kompetensi setiap santri setelah menempuh masa pendidikan selama enam tahun bagi santri tamatan SD dan yang sederajat, atau empat tahun bagi santri tamatan SMP dan yang sederajat.

Kompetensi lulusan Pesantren Al-Ma’tuq adalah:

  1. Hafal minimal 6 juz al-Quran (juz 28,29,30, 1, 2, 3)
  2. Memahami aqidah ahlussunnah wal jama’ah sesuai pemahaman salafus-shaleh
  3. Memahami ilmu-ilmu syar’i sesuai pemahaman salafus-shaleh dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
  4. Mampu berkomunikasi dengan bahasa Arab dan Inggris
  5. Mampu berpidato bahasa Arab dan bahasa Inggris
  6. Menguasai dasar-dasar ilmu pengetahuan dan teknologi
  7. Mampu hidup mandiri dan memiliki keterampilan untuk menghadapi tantangan zaman

B. Isi Kurikulum

Secara umum, isi kurikulum terdiri dari ilmu-ilmu syar’i, Bahasa Arab, Bahasa Inggris, dan ilmu-ilmu umum. Materi-materi untuk setiap bidang tersebut dapat dirinci sebagai berikut:

1. Materi ilmu-ilmu syar’i yang terdiri dari:
a. Al-Qur’an
b. Tajwid
c. Hadits
d. Aqidah
e. Fiqh
f. Sirah Nabawiyyah dan Sejarah Islam

Untuk marhalah Tsanawi materi-materi ilmu syar’i diperkaya lagi dengan materi-materi yang memberikan wawasan keislaman yang lebih luas dan mendalam, yang terdiri dari:
a. Ulum al-Qur’an
b. Musthalah al-Haidts
c. Ushul Fiqh
d. Faraidh
e. Fiqh Da’wah

2. Materi Bahasa Arab terdiri dari:
a. Tadrib
b. Ta’bir
c. Fahm al-Maqru
d. Imla
e. Nahw
f. Sharf

3. Materi Bahasa Inggris terdiri dari:
a. Reading
b. Conversation

4. Materi ilmu-ilmu umum terdiri dari:
a. Bahasa Indonesia
b. Matematika
c. IPA
d. IPS

Untuk materi-materi bahasa Inggris dan ilmu-ilmu umum digunakan Kurikulum Departemen Agama yang dikembangkan dan disesuaikan dengan visi dan misi pesantren.

C. Pola Pembelajaran

Berbeda dengan lembaga pendidikan formal yang berbentuk sekolah pada umumnya, pola pembelajaran di Pesantren Al-Ma’tuq dirancang untuk mencapai target yang telah ditetapkan, maka kegiatan belajar mengajar dilaksanakan secara terus menerus dan bervariasi dari segi waktu dan tempat.

Untuk pencapaian target hapalan, kegiatan belajar difokuskan di masjid dengan metode halaqah yang dilaksanakan setiap hari setelah shalat shubuh dan magrib. Setiap halqah terdiri dari 10 – 15 orang dibimbing oleh seorang pembimbing.

Untuk lebih memacu semangat santri dalam menghafal Al-Qur’an, Pesantren memberikan motivasi yang tinggi kepada para santri untuk menghafal Al-Qur’an lebih dari sekedar memenuhi target, dengan memberikan hadiah kepada santri-santri yang memiliki hapalan di atas target.

Untuk pembinaan pemahaman aqidah, ibadah dan muamalah yang benar sesuai pemahaman salaf, kegiatan pembelajaran dilaksanakan di kelas dari jam 07.00 – 12.00. Seluruh santri dibagi per kelas sesuai dengan jenjang dan kelasnya. Metode pembelajaran yang digunakan adalah metode ceramah dan diskusi. Di samping itu dilaksanakan pula kajian umum tentang ilmu-ilmu syar’i yang disampaikan oleh asatidz yang berkompeten setiap malam kamis di Mesjid Pesantren.

Untuk pembinaan pengamalan sunnah dalam kehidupan sehari-hari, pembelajaran dilakukan dalam bentuk pembiasaan dengan bimbingan semua asatidz yang tinggal di Pesantren. Shalat berjamaah di mesjid Pesantren adalah kegiatan pendidikan yang sangat esensial dalam membentuk generasi muslim harapan. Maka tidak salah bila shalat berjamaah dijadikan sebagai sentral kegiatan dan barometer keberhasilan pendidikan di Pesantren.

Di samping pembinaan ketaatan dan kepatuhan terhadap sunnah , shalat jamaah juga dijadikan sarana interaksi antararRasulullah  santri dengan santri dan santri dengan seluruh asatidz. Hal ini sangat penting dalam pembinaan mental dan kepribadian santri, untuk menjadikan kebersamaan dan keharmonisan sebagai sarana pembinaan iman menuju terbentuknya pribadi mu’min yang menjunjung tinggi persaudaraan. Sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam:

“ترَى الْمُؤْمِنِينَ فِي تَرَاحُمِهِمْ وَتَوَادِّهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ كَمَثَلِ الْجَسَدِ إِذَا اشْتَكَى عُضْوًا تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ جَسَدِهِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى”

“Engkau lihat orang-orang yang beriman itu dalam kasih-sayang, cinta dan empati mereka laksana satu tubuh. Bila salah satu anggota tubuh merasa sakit, maka seluruh badan merasakannya dengan tidak bisa tidur dan demam.” (H.R. Bukhari)

Untuk pencapaian target penguasaan bahasa Arab, materi-materi ilmu syar’i sejak kelas 2 Mutawassith menggunakan buku paket berbahasa Arab. Di samping itu pembiasaan penggunaan bahasa Arab dalam komunikasi sehari-hari, menjadi satu hal yang sangat diperhatikan dan didorong sedemikian rupa. Demikian pula untuk penguasaan bahasa Inggris, walaupun porsinya tidak sebesar Bahasa Arab. Dalam keseharian diberlakukan pekan wajib berbahasa Arab dan pekan wajib berbahasa Inggris.

Untuk pencapaian target kemampuan berpidato dalam tiga bahasa dilaksanakan latihan berpidato tiga bahasa dalam dua bentuk kegiatan:

a. latihan pidato harian
Setiap santri diberikan giliran untuk berpidato setiap hari setelah shalat shubuh dan ashar. Untuk santri-santri di jenjang mutawassith pidato disampaikan dalam bahasa Indonesia atau bahasa Arab. Sedangkan untuk jenjang tsanawi pidato disampaikan dalam bahasa Arab atau bahasa Inggris.

b. latihan pidato pekanan
Dalam satu pekan ada tiga kali latihan pidato bahasa Arab, Inggris dan Indonesia. Latihan pidato bahasa Arab dilaksanakan pada hari Senin pukul 13.30 – 14.40. Latihan pidato bahasa Inggris pada hari Kamis pukul 13.30 – 14.40. Latihan pidato bahasa Indonesia hari Sabtu malam, pukul 20.00 – 21.00.

Dalam latihan pidato pekanan ini, santri dibagi ke dalam beberapa kelompok dan setiap kelompok mempunyai tempat masing-masing untuk melakukan latihan.

Untuk pembinaan kemandirian, kedisiplinan kebersihan dan ketertiban, setiap santri diberikan tugas piket baik di kamar maupun di kelas, yang dilaksanakan setiap hari secara bergiliran. Di samping itu, setiap hari libur dilaksanakan pembersihan umum seluruh area pesantren oleh santri-santri dengan bimbingan asatidz yang ditugaskan.

Di samping itu semua, mengingat padatnya kegiatan yang harus dilaksanakan oleh santri, diperlukan waktu senggang untuk penyegaran dan pemeliharaan kesehatan tubuh. Untuk itu setiap sore dari jam 16.15 – 17.00 santri diberikan waktu untuk berolahraga, di samping kegiatan tambahan seperti kaligrafi, beladiri dan menjahit.

Juga pada pertengahan semester santri-santri diajak belajar di luar Pesantren melalui program perkemahan Islami, yang melibatkan seluruh santri dan asatidz, demi mempererat rasa kekeluargaan dan menghilangkan kepenatan serta kejenuhan yang mungkin dirasakan karena kegiatan keseharian yang cukup padat.

Dalam kegiatan harian bisa proses pendidikan dengan pola pembelajaran yang variatif, dalam rangka memenuhi target kompetensi santri.

One Comment leave one →
  1. misarbinsadi permalink
    11 Juni 2010 08:50

    apakah bisa diterima kalau dari smpi untuk melanjutkan di tingkat aliyah/sederajat
    di mahad al ma’tuq

    jazakumulloh khoeron

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: